MESIR??
Assalamu’alaikum
semua.. kali ini saya akan men-share tugas TIK mengenai kisah mesir yang saya
ambil dari beberapa sumber.Ingin tau bagaimana isinya?
Let’s cekidot^^ -------Ă
Siapa husni mubarak?
Dia itu presiden mesir yang menjabat selama kurang lebih 30-an tahun
Bagaimana cara pemerintahannya?
Represif, otoriter, bekerja sama dengan musuh-musuh Islam terutama Israel yang rakyat Mesir sendiri tidak suka dengan Israel. Demonstrasi dilarang, lawan politiknya dipenjarakan tanpa alasan jelas, aroma militer sangat kuat di pemerintahan Husni Mubarak karena mubarak adalah Jendral.
Lawan politik yang membuat mubarak kesal itu adalah Ikhwanul Muslimin (IM), rakyat Mesir tidak suka dengan Mubarak tetapi mereka tak berdaya, pasrah, hanya IM yang terus bersuara menentang rezim Mubarak. Sampai-sampai orang-orang IM dimasukan ke dalam penjara, akhirnya muncul kesadaran dari rakyat untuk demo. Berkumpulah semua rakyat di lapangan Tahrir. Baik dari IM, kaum liberal sekuler, salaf, hizbut tahrir kompak meminta agar Mubarak turun.
*Ikhwanul Muslimin itu gerakan Islam yang populer di Mesir, soalnya IM berhasil mengusir Israel dari mesir, bahkan sampai palestina kegiatan sosialnya bejibun....
Bagaimana kelanjutannya? Akhirnya Mubarak turun atas desakan Amerika
Loh kok Amerika? Bukannya mereka berteman?
Soalnya seluruh dunia mendesak mubarak untuk turun
Akhirnya, Mesir menggelar pemilu legislatif, orang salafi bikin partai namanya partai An nur, orang sekuler bikin partai juga (ga tau namanya,lp...cuma tokoh pentingnya ialah El Baraday), IM bikin partai juga yg namanya FJP, Freedom and Justice Party
*Salafi itu kelompok yang bergerak untuk memurnikan ajaran Islam...
*Sekuler Liberal itu kelompok yang ingin memisahkan agama dan negara
Pemilu digelar dan ternyata FJP menang disusul partai Annur dan Sekuler Liberal.
Amerika kaget, Israel panik tapi karena menang pemilu demokratis, tidak bias berbuat apapun. Akhirnya pilpres FJP mengusung kadernya yang bernama Muhammad Mursi
Mursi menang mengalahkan El Baraday dan saingan lainnya. Akhirnya presiden Mesir ialah Muhammad Mursi
Tugas pokok mursi berat, sangat berat. Dia harus menyusun konstitusi, memperbaiki kehancuran ekonomi selama 30 tahun,.dsb
Petaka dimulai pada saat merancang konstitusi. Kaum salafi dari partai Annur ingin syariat Islam digunakan sebagai konstitusi mesir, pihak sekuler tidak mau...
Akhirnya, pemerintah mursi menyusin konstitusi tetapi dari pihak sekuler tetap menolak karena masih bernuansa Islam
Akhirnya pihak sekuler liberal berdemo, kondisi kacau, terjadi tindakan kriminal.
Akhirnya mursi mengadakan refrendum apakah pakai konstitusi buatan mursi atau menolak
Peserta refrendum ialah rakyat Mesir. Hasilnya 60% lebih rakyat setuju konstitusi buatan Mursi.
*Referendum: pengambilan suara untuk menentukan pilihan/voting..
Apa isi konstitusi Mursi?
Dasar-dasar negara, seperti lambang negara, pembatasan masa jabatan presiden, pengambilan keputusan harus didiskusikan dengan Universitas Al Azhar,
peningkatan harkat dan martabat wanita,dll
Akhirnya demo terus2an. Pihak sekuler yg demo menamakan diri mereka Tamarud, pembangkang....
Loh kok Amerika? Bukannya mereka berteman?
Soalnya seluruh dunia mendesak mubarak untuk turun
Akhirnya, Mesir menggelar pemilu legislatif, orang salafi bikin partai namanya partai An nur, orang sekuler bikin partai juga (ga tau namanya,lp...cuma tokoh pentingnya ialah El Baraday), IM bikin partai juga yg namanya FJP, Freedom and Justice Party
*Salafi itu kelompok yang bergerak untuk memurnikan ajaran Islam...
*Sekuler Liberal itu kelompok yang ingin memisahkan agama dan negara
Pemilu digelar dan ternyata FJP menang disusul partai Annur dan Sekuler Liberal.
Amerika kaget, Israel panik tapi karena menang pemilu demokratis, tidak bias berbuat apapun. Akhirnya pilpres FJP mengusung kadernya yang bernama Muhammad Mursi
Mursi menang mengalahkan El Baraday dan saingan lainnya. Akhirnya presiden Mesir ialah Muhammad Mursi
Tugas pokok mursi berat, sangat berat. Dia harus menyusun konstitusi, memperbaiki kehancuran ekonomi selama 30 tahun,.dsb
Petaka dimulai pada saat merancang konstitusi. Kaum salafi dari partai Annur ingin syariat Islam digunakan sebagai konstitusi mesir, pihak sekuler tidak mau...
Akhirnya, pemerintah mursi menyusin konstitusi tetapi dari pihak sekuler tetap menolak karena masih bernuansa Islam
Akhirnya pihak sekuler liberal berdemo, kondisi kacau, terjadi tindakan kriminal.
Akhirnya mursi mengadakan refrendum apakah pakai konstitusi buatan mursi atau menolak
Peserta refrendum ialah rakyat Mesir. Hasilnya 60% lebih rakyat setuju konstitusi buatan Mursi.
*Referendum: pengambilan suara untuk menentukan pilihan/voting..
Apa isi konstitusi Mursi?
Dasar-dasar negara, seperti lambang negara, pembatasan masa jabatan presiden, pengambilan keputusan harus didiskusikan dengan Universitas Al Azhar,
peningkatan harkat dan martabat wanita,dll
Akhirnya demo terus2an. Pihak sekuler yg demo menamakan diri mereka Tamarud, pembangkang....
Rahasia di Balik Kudeta Mesir
Dewan Militer yang merupakan lembaga terkuat di Mesir berada pada
kendali penuh AS. Keputusan kudeta terhadap pemerintahan Morsi hasil pemilu
resmi pasca penggulingan Hosni Mubarak, pada 3 Juli lalu melalui
pernyataan Letnan jenderal Abdul Fattah al-Sisi Menteri Pertahanan dan Produksi
Kemiliteran, tak lepas dari sinyal AS atas kudeta dan segala resiko yang akan
ditimbulkan.
Berbagai skenario akan muncul pasca kudeta, baik dukungan
atas kudeta atau sebaliknya kecaman atas kudeta..
Sesungguhnya, AS (di belakang layar) telah berupaya menghadirkan
Morsi sebagai pemimpin kelompok Islam moderat atas besarnya tuntutan warga
Mesir akan keinginan pemerintahan Mesir pasca revolusi menerapkan “nilai-nilai
Islamis” yang lebih luas pada berbagai sektor. Dan hal ini menimbulkan
kekhawatiran dari kelompok liberal dan sekuler yang didukung oleh junta
Militer.
Sebagai informasi, seperti diberitakan media, bahwa kudeta ini
diawali oleh adanya desakan dari kaum minoritas di Mesir dari kelompok liberal
yang menjadikan isu kegagalan Morsi dalam menangani perekonomian di Mesir.
Lebih dari itu diberitakan pula adanya ketidakpuasan pada pemerinahan Morsi
yang melakukan penggantian para pejabat dalam pemerintahannya yang lebih
terkesan terjadinya “Ikhwanisasi” di lembaga-lembaga pemerintahan Morsi.
Kekhawatiran akan diberlakukannya syariah Islam pun sempat muncul di kalangan
kelompok liberal.
Beragam respon dari pemimpin dunia atas aksi kudeta ini tidak akan
berpengaruh besar sepanjang hanya sebatas kecaman atau sebaliknya. “People
power” atau pengerahan massa menolak kudeta atas Mesir mungkin jauh lebih
dipertimbangkan oleh pihak militer. Aksi dukungan atas pemerintahan Morsi dan
penolakan kudeta atas pemerintahannya yang resmi hasil pemilu itu telah
mencapai jutaan massa yang berkumpul di pusat kota dan luar kota di
Mesir. Resiko jatuhnya korban atas aksi tersebut sudah pasti tak bisa
dielakkan.
Namun, sekali lagi, itu adalah opini yang tersiar luas di berbagai
media lokal atau internasional.
Adapun Rahasia di balik Kudeta ini, sesungguhnya tidak lepas dari
kekhawatiran AS atas pembiaran pemerintahan Morsi atas perkembangan pesat
kelompok Islam yang anti Barat (AS) dan tuntutan penegakan totalitas Islam (Islam
Kaffah) yang saat pemerintahan diktator Hosni Mubarak, kelompok ini sulit
bergerak dan berkembang di Mesir. Bahkan kelompok ini sendiri mengkritik
pemerintahan Morsi yang masih tunduk pada beberapa Agenda AS, termasuk ktitik
langsung dari sebagian kalangan Ikwanul Muslimin yang merupakan partai
pendukung Morsi. Jadilah Morsi berada diantara kelompok Islam “garis
keras” (versi Barat) dan kelompok yang masih setia pada Morsi serta kelompok
liberal. Dan tekanan AS merupakan hal yang tidak bisa dielakkan dan hal
ini menunjukkan juga pemerintahan Morsi masih berada di bawah kendali AS. Salah
satunya adalah kebijakan Morsi terhadap isu Palestina-Israel tentang perbatasan
dan konflik di Suriah.
Jadilah skenario kudeta ini untuk kesempatan AS menekan Morsi dan
kesempatan mempersempit ruang gerak kelompok “anti AS” serta yang lebih
“penting” lagi adalah jaminan Morsi atas demokrasi dan HAM bagi kepentingan AS
di Mesir.
Bagi AS, tidak penting apakah pasca kudeta, Morsi akan kembali
berkuasa atau tidak, selama AS mendapat jaminan atas penjagaan dan kepentingan
AS di Mesir.
Pesan ustadz Abu Bakar Ba’asyir menanggapi peristiwa kudeta
di Mesir : “berhati-hati terhadap jebakan demokrasi. “Akibat iming-imingan
kekuasaan demokrasi, Mesir kembali gagal sebagaimana halnya di Aljazair”
ujarnya, Kamis (4/7) di Nusakambangan. Ia menambahkan perjuangan Islam hanya
bisa dilakukan dengan dakwah dan dengan jihad fi sabilillah bukan
dengan demokrasi.
Maka, jika benar Ikhwan mengharapkan Morsi kembali, maka
gunakanlah kesempatan tersebut untuk melepaskan diri dari cengkraman AS dengan
meninggalkan demokrasi dan hanya kembali kepada Islam saja.
Sementara di tangan Hizbut Tahrir sudah ada konstitusi Islam yang
lengkap dan siap diterapkan kapan saja. Sungguh telah disusun di depan kalian
konstitusi yang akan memajukan Mesir untuk memimpin dunia.
Untuk itu, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika Allah dan
Rasul-Nya telah menyeru kalian untuk sesuatu akan memberi kehidupan kepada
kalian, dan proklamirkan negara Khilafah Rasyidah sebelum terlambat.
“Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit
dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu)
aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku
tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku), sungguh, dia telah menyesatkan
aku dari peringatan (al-Quran) ketika (al-Quran) itu telah datang kepadaku. Dan
setan memang pengkhianat manusia.” (TQS.
Al-Furqan [25] : 27-29).
Kerugian?
MESIR – Rabu (31/07/13) sebulan
sudah Mesir dalam masa kudeta militer yang dikomando oleh Jenderal as-Sisi.
Dalam periode itu, Mesir mengalami kerugian besar di bidang ekonomi.
Para
pakar ekonomi memperkirakan kerugian yang dialami oleh Mesir sekitar 120 milyar
pound. Ekonom mencatat, kerugian disebabkan karena terhentinya investasi yang
akan masuk ke Mesir dan terhentinya aktivitas pabrik-pabrik.
Menurut laporan yang
dipublikasikan situs berita Rashad, kerugian juga mengenai pasar
modal, di mana nilainya mencapai 50 milyar terhitung mulai 30 Juni lalu.
Perdagangan dalam dan luar negri pun terkena imbas kudeta ini.
(voa-islam.com)
Bagaimana dengan angka
tewasnya korban?
Ikhwanul
Muslimin menyebutkan, lebih dari 3.000 orang menjadi syahid dibantai militer,
ribuan lain luka berat dan ringan, ribuan lagi hilang dan ditahan. Namun, versi
militer dan pemerintahan boneka, angka yang tewas tidak lebih dari seribu. REPUBLIKA.CO.ID,Oleh
Ikhwanul Kiram Mashuri


Tidak ada komentar:
Posting Komentar