Selasa, 27 Agustus 2013

MESIR??

Assalamu’alaikum semua.. kali ini saya akan men-share tugas TIK mengenai kisah mesir yang saya ambil dari beberapa sumber.Ingin tau bagaimana isinya?                                           Let’s cekidot^^ -------Ă 



Siapa husni mubarak?
Dia itu presiden mesir yang menjabat selama kurang lebih 30-an tahun

Bagaimana cara pemerintahannya?
Represif, otoriter, bekerja sama dengan musuh-musuh Islam terutama Israel yang rakyat Mesir sendiri tidak suka dengan Israel. Demonstrasi dilarang, lawan politiknya dipenjarakan tanpa alasan jelas, aroma militer sangat kuat di pemerintahan Husni Mubarak karena mubarak adalah Jendral.

Lawan politik yang membuat mubarak kesal itu adalah Ikhwanul Muslimin (IM), rakyat Mesir tidak suka dengan Mubarak tetapi mereka tak berdaya, pasrah, hanya IM yang terus bersuara menentang rezim Mubarak. Sampai-sampai orang-orang IM dimasukan ke dalam penjara, akhirnya muncul kesadaran dari rakyat untuk demo. Berkumpulah semua rakyat di lapangan Tahrir. Baik dari IM, kaum liberal sekuler, salaf, hizbut tahrir kompak meminta agar Mubarak turun.

*Ikhwanul Muslimin itu gerakan Islam yang populer di Mesir, soalnya IM berhasil mengusir Israel dari mesir, bahkan sampai palestina kegiatan sosialnya bejibun....

Bagaimana kelanjutannya?                                                                                                                           Akhirnya Mubarak turun atas desakan Amerika

Loh kok Amerika? Bukannya mereka berteman?
Soalnya seluruh dunia mendesak mubarak untuk turun

Akhirnya, Mesir menggelar pemilu legislatif, orang salafi bikin partai namanya partai An nur, orang sekuler bikin partai juga (ga tau namanya,lp...cuma tokoh pentingnya ialah El Baraday), IM bikin partai juga yg namanya FJP, Freedom and Justice Party

*Salafi itu kelompok yang bergerak untuk memurnikan ajaran Islam...

*Sekuler Liberal itu kelompok yang ingin memisahkan agama dan negara

Pemilu digelar dan ternyata FJP menang disusul partai Annur dan Sekuler Liberal.

Amerika kaget, Israel panik tapi karena menang pemilu demokratis, tidak bias berbuat apapun. Akhirnya pilpres FJP mengusung kadernya yang bernama Muhammad Mursi

Mursi menang mengalahkan El Baraday dan saingan lainnya. Akhirnya presiden Mesir ialah Muhammad Mursi

Tugas pokok mursi berat, sangat berat. Dia harus menyusun konstitusi, memperbaiki kehancuran ekonomi selama 30 tahun,.dsb

Petaka dimulai pada saat merancang konstitusi. Kaum salafi dari partai Annur ingin syariat Islam digunakan sebagai konstitusi mesir, pihak sekuler tidak mau...

Akhirnya, pemerintah mursi menyusin konstitusi tetapi dari pihak sekuler tetap menolak karena masih bernuansa Islam

Akhirnya pihak sekuler liberal berdemo, kondisi kacau, terjadi tindakan kriminal.

Akhirnya mursi mengadakan refrendum apakah pakai konstitusi buatan mursi atau menolak

Peserta refrendum ialah rakyat Mesir. Hasilnya 60% lebih rakyat setuju konstitusi buatan Mursi.

*Referendum: pengambilan suara untuk menentukan pilihan/voting..

Apa isi konstitusi Mursi?
Dasar-dasar negara, seperti lambang negara, pembatasan masa jabatan presiden, pengambilan keputusan harus didiskusikan dengan Universitas Al Azhar,
peningkatan harkat dan martabat wanita,dll

Akhirnya demo terus2an. Pihak sekuler yg demo menamakan diri mereka Tamarud, pembangkang....

Rahasia di Balik Kudeta Mesir
OPINI | 07 July 2013 | 11:09http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_baca.gif Dibaca: 3624   http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/img_komen.gif Komentar: 27   http://stat.ks.kidsklik.com/statics/kompasiana4.0/images/ico_nilai.gif 0
Dewan Militer yang merupakan lembaga terkuat di Mesir berada pada kendali penuh AS. Keputusan kudeta terhadap pemerintahan Morsi hasil pemilu resmi pasca penggulingan Hosni Mubarak, pada 3 Juli lalu melalui pernyataan Letnan jenderal Abdul Fattah al-Sisi Menteri Pertahanan dan Produksi Kemiliteran, tak lepas dari sinyal AS atas kudeta dan segala resiko yang akan ditimbulkan.
Berbagai skenario akan muncul pasca kudeta, baik dukungan atas kudeta atau sebaliknya kecaman atas kudeta..
Sesungguhnya, AS (di belakang layar) telah berupaya menghadirkan Morsi sebagai pemimpin kelompok Islam moderat atas besarnya tuntutan warga Mesir akan keinginan pemerintahan Mesir pasca revolusi menerapkan “nilai-nilai Islamis” yang lebih luas pada berbagai sektor. Dan hal ini menimbulkan kekhawatiran dari kelompok liberal dan sekuler yang didukung oleh junta Militer.
Sebagai informasi, seperti diberitakan media, bahwa kudeta ini diawali oleh adanya desakan dari kaum minoritas di Mesir dari kelompok liberal yang menjadikan isu kegagalan Morsi dalam menangani perekonomian di Mesir. Lebih dari itu diberitakan pula adanya ketidakpuasan pada pemerinahan Morsi yang melakukan penggantian para pejabat dalam pemerintahannya yang lebih terkesan terjadinya “Ikhwanisasi” di lembaga-lembaga pemerintahan Morsi. Kekhawatiran akan diberlakukannya syariah Islam pun sempat muncul di kalangan kelompok liberal.
Beragam respon dari pemimpin dunia atas aksi kudeta ini tidak akan berpengaruh besar sepanjang hanya sebatas kecaman atau sebaliknya. “People power” atau pengerahan massa menolak kudeta atas Mesir mungkin jauh lebih dipertimbangkan oleh pihak militer. Aksi dukungan atas pemerintahan Morsi dan penolakan kudeta atas pemerintahannya yang resmi hasil pemilu itu telah mencapai jutaan massa yang berkumpul di pusat kota dan luar kota di Mesir. Resiko jatuhnya korban atas aksi tersebut sudah pasti tak bisa dielakkan.
Namun, sekali lagi, itu adalah opini yang tersiar luas di berbagai media lokal atau internasional.
Adapun Rahasia di balik Kudeta ini, sesungguhnya tidak lepas dari kekhawatiran AS atas pembiaran pemerintahan Morsi atas perkembangan pesat kelompok Islam yang anti Barat (AS) dan tuntutan penegakan totalitas Islam (Islam Kaffah) yang saat pemerintahan diktator Hosni Mubarak, kelompok ini sulit bergerak dan berkembang di Mesir. Bahkan kelompok ini sendiri mengkritik pemerintahan Morsi yang masih tunduk pada beberapa Agenda AS, termasuk ktitik langsung dari sebagian kalangan Ikwanul Muslimin yang merupakan partai pendukung Morsi. Jadilah Morsi berada diantara kelompok Islam “garis keras” (versi Barat) dan kelompok yang masih setia pada Morsi serta kelompok liberal. Dan tekanan AS merupakan hal yang tidak bisa dielakkan dan hal ini menunjukkan juga pemerintahan Morsi masih berada di bawah kendali AS. Salah satunya adalah kebijakan Morsi terhadap isu Palestina-Israel tentang perbatasan dan konflik di Suriah.
Jadilah skenario kudeta ini untuk kesempatan AS menekan Morsi dan kesempatan mempersempit ruang gerak kelompok “anti AS” serta yang lebih “penting” lagi adalah jaminan Morsi atas demokrasi dan HAM bagi kepentingan AS di Mesir.
Bagi AS, tidak penting apakah pasca kudeta, Morsi akan kembali berkuasa atau tidak, selama AS mendapat jaminan atas penjagaan dan kepentingan AS di Mesir.
Pesan ustadz Abu Bakar Ba’asyir menanggapi peristiwa kudeta di Mesir : “berhati-hati terhadap jebakan demokrasi. “Akibat iming-imingan kekuasaan demokrasi, Mesir kembali gagal sebagaimana halnya di Aljazair” ujarnya, Kamis (4/7) di Nusakambangan. Ia menambahkan perjuangan Islam hanya bisa dilakukan dengan dakwah dan dengan jihad fi sabilillah bukan dengan demokrasi.
Maka, jika benar Ikhwan mengharapkan Morsi kembali, maka gunakanlah kesempatan tersebut untuk melepaskan diri dari cengkraman AS dengan meninggalkan demokrasi dan hanya kembali kepada Islam saja.
Sementara di tangan Hizbut Tahrir sudah ada konstitusi Islam yang lengkap dan siap diterapkan kapan saja. Sungguh telah disusun di depan kalian konstitusi yang akan memajukan Mesir untuk memimpin dunia.
Untuk itu, penuhilah seruan Allah dan Rasul-Nya ketika Allah dan Rasul-Nya telah menyeru kalian untuk sesuatu akan memberi kehidupan kepada kalian, dan proklamirkan negara Khilafah Rasyidah sebelum terlambat.
Dan (ingatlah) pada hari (ketika) orang-orang zalim menggigit dua jarinya, (menyesali perbuatannya) seraya berkata, “Wahai! Sekiranya (dulu) aku mengambil jalan bersama Rasul. Wahai, celaka aku! Sekiranya (dulu) aku tidak menjadikan si fulan itu teman akrab (ku), sungguh, dia telah menyesatkan aku dari peringatan (al-Quran) ketika (al-Quran) itu telah datang kepadaku. Dan setan memang pengkhianat manusia.” (TQS. Al-Furqan [25] : 27-29).
Kerugian?
      MESIR – Rabu (31/07/13) sebulan sudah Mesir dalam masa kudeta militer yang dikomando oleh Jenderal as-Sisi. Dalam periode itu, Mesir mengalami kerugian besar di bidang ekonomi.
Para pakar ekonomi memperkirakan kerugian yang dialami oleh Mesir sekitar 120 milyar pound. Ekonom mencatat, kerugian disebabkan karena terhentinya investasi yang akan masuk ke Mesir dan terhentinya aktivitas pabrik-pabrik.
Menurut laporan yang dipublikasikan situs berita Rashad, kerugian juga mengenai pasar modal, di mana nilainya mencapai 50 milyar terhitung mulai 30 Juni lalu. Perdagangan dalam dan luar negri pun terkena imbas kudeta ini.
(voa-islam.com)
Bagaimana dengan angka tewasnya korban?

Ikhwanul Muslimin menyebutkan, lebih dari 3.000 orang menjadi syahid dibantai militer, ribuan lain luka berat dan ringan, ribuan lagi hilang dan ditahan. Namun, versi militer dan pemerintahan boneka, angka yang tewas tidak lebih dari seribu. REPUBLIKA.CO.ID,Oleh Ikhwanul Kiram Mashuri



Tidak ada komentar:

Posting Komentar