Assalamu’alaikum semuaaaaaaaaaa~
Kali ini saya akan membahas tentang “The Enemy of
Success” tema ini saya ambil dari sebuah buku yang berjudul “Ujian Sukses Tanpa
Stress” yang ditulis oleh kak Fatan Fantastik.. hehee #lebih tepatnya saya mengcopas
artikel ini dari buku itu. Semoga bisa bermanfaat untuk kalian semua^^
Ada musuh yang harus ditekuk. Ada lawan yang harus
dikalahkan. Ada penjahat yang perlu kita “sikat”. Sebagai bukti, kalau kita ini
memang ‘Pendekar’ pilih tanding. Sebagai bukti, bahwa kita memang layak
jadi pemenang kehidupan. Layak sukses.
Begitu pula kalau mau sukses dalam ujian. Ada musuh
dan lawan yang siap menghadang, mengetes seberapa siap kita meraih
keberhasilan. Jangan takut. Jangan resah. Apalagi sampai ambil
jurus seribu langkah : berpaling melarikan diri. Itu mah hanya untuk para
pecundang. Bukan untuk para pemenang seperti kita semua.
Makanya, biar kita nggak keder duluan, padahal musuh
saja belum kelihatan, kenali para musuh yang bisa bikin ujian berantakan.
Seperti kata sang ahli strategi perang, Engkong Sun-Tzu : siapa yang tahu diri
dan tahu lawannya, ia akan menang. Siapkan diri, tabahkan hati. Yakinlah, Allah
selalu bersama kita. Selenjutnya, simak yang berikut ini yak?? # let’s
cekidot..
Susah
Konsentrasi
Kamu mengalami gangguan pemusatan
perhatian? Atau kamu susah khusyuk saat belajar? Membaca pelajaran teringat mie
ayam, menghafal rumus teringat es jus, mengerjakan soal latihan terbayang ayam
panggang?(wah, kalau ini kamu pasti sedang kelaparan!). Tenang, tenang. Itu
artinya kamu sedang susah berkonsentrasi. Pikiranmu sedang tidak fokus. Benakmu
sedang berkelana kemana-mana, “berpisah” dari raganya (ih, sereeeemmm…!) .
Tentu harus dibereskan, jika ingin ujian berjalan lancer dan berakhir penuh keindahan.
Kamu nggak ingin ujianmu berakhir dengan memalukan en bikin gundah kan?????
Rasa Malas
Tubuh terasa lemas. Otot-otot
rasanya enggan untuk digerakkan. Otak nggak mau diajak mikir yang berbau
sekolah or kuliah. Pinginnya “Santai Sajalah!”. Belajar? Ogah kuadrat. Lihat
buku, ngantuknya kumat. Lihat kumpulan soal, matanya jadi berat. Waduh!
Itu tanda-tanda si malas telah
datang. Padahal nggak ada yang mengundang. Padahal juga nggak ada yang
kondangan. Tapi kenapa ia suka mampir??? Padahal sudah jauh-jauh menyingkir.
Tetap saja ia datang menghampiri, pakai nyengir lagi! Apa sih yang menyebabkan
ia datang?
a.
Suka Menunda-nunda
Makanya, hati-hati ya buat kalian yang suka menunda-nunda
pekerjaan. Seperti kata pepatah, Procrastinati on is the thief of time. Menunda-nunda itu sama dengan si
pencuri waktu. Ia membuat waktu yang sangat berharga menjadi tersia-sia,
terbuang percuma. (padahal menyia-nyiakan sesuatu, alias melakukan hal yang
mubadzir itu, kawannya syaithon lho…!! Na’udzu billahi min dzaalik!). Nabi pun
bersabda, bahwa ada dua nikmat yang sering diabaikan : Kesehatan dan Waktu
luang.
b. Tidak Punya Tujuan Kedepan
Apalagi impian. Karena nggak punya bayangan di masa depan
ingin punya apa, ingin kemana, mau jadi apa; akhirnya hanya berbuat yang
biasa-biasa saja. Bahkan malah yang sia-sia. Beda dengan yang punya tujuan
pasti, yang punya impian. Apapun yang dilakukan, dipandu adanya tujuan.
Diarahkan impian.
c. Kurang Olahraga
Bdan kita ini
di desain oleh allah untuk bergerak. Men sana in corpore sano, kata
orang latin. Bahwa dalam tubuh yang sehatterdapat jiwa yang sehat. Ketika orang
bergerak, berolahraga, manusia menjadi lebih hidup, menjadi lebih bersemangat.
Sebuah
penelitian yang sangat menarik pernah dilakukan di Canada. Penelitian ini
melibatkan lebih dari 500 murid. Hasilnya? Murid yang menghabiskan waktu
tambahan setiap harinya di ruang olahraga mempu mengerjakan ujian lebih baik
dari pada murid yang kurang akrif berolahraga. Ada penelitian lain di daerah
Claremont, California. Duo Michaud & Wild melaporkan hasil penelitian di
Scipps College tersebut. Kata mereka, murid-murid yang BEROLAHRAGA SELAMA 75
MENIT SEMINGGU bisa BEREAKSI lebih cepat, BERFIKIR lebih baik, dan MENGINGAT
lebih cermat. Wow!!! Makanya,
rajin-rajin olahraga nyok^^

Tidak ada komentar:
Posting Komentar