Jumat, 19 April 2013

Gara-gara Terobsesi Bom, Pemuda Kehilangan Jarinya



Liputan6.com, Bolton : Akibat terobsesi dengan bom pipa buatan rumahan, beberapa ruas jari pemuda bernama Martin Middleton putus. Beruntung tunangan Martin, Kay Emerson itu selamat tanpa luka sedikitpun, karena melarikan diri sebelum ledakan di Bolton, Inggris itu terjadi. 


Situs Daily Mail Jumat (19/4/2013) menulis, pasca-ledakan yang terjadi pada Januari 2013 itu Martin sempat menghubungi layanan darurat 999 dan akhirnya dijemput oleh paramedis sebelum diamankan pihak berwenang.

Akibat ledakan tersebut, penghuni 40 rumah yang berada di sekitar kediaman Martin pun dievakuasi. Khawatir akan terjadi ledakan susulan, dan demi kemanan para penghuni itu. 

Pria berusia 26 tahun itu sepertinya benar-benar terobsesi dengan bom. Buktinya, meski tak diizinkan ibunya membuat tato bom meledak dengan tulisan 'kaboom' pada bagian tengahnya, ia tetap menorehkan tato gambar idamannya itu di bagian lengan.

"Ibuku tak memperbolehkanku membuatnya, namun aku membuatnya," kata seorang teman Martin mengikuti kata-katanya ketika itu.

Hukuman

Akibat aksi nekatnya itu, Martin dari Tonge Fold pun dinyatakan bersalah oleh polisi setempat akibat ledakan yang membahayakan orang lain dan merusak properti. Namun pengacaranya mengatakan Martin tak sengaja melakukan insiden ledakan itu.

"Dia mengakui bahwa ada beberapa kerugian, tapi tidak ada niat tertentu untuk membuat ledakan itu. Terdakwa sama sekali tak berniat membahayakan orang lain. Terdakwa juga telah mengaku bersalah. Pada dasarnya tidak ada kesengajaan hanya ceroboh," kata pengacara David Toal.

Karena pihak berwenang dan pengadilan setempat masih melakukan penyelidikan, kasus Martin pun ditunda sampai 14 Juni mendatang. 

"Penting bagi Anda bekerja sama untuk penyusunan laporan," kata Hakim Peter Davies. (Tnt)
#sumber:Liputan6.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar